RAKAN BLOG MASJID

26 April 2011

PERTANDINGAN MEWARNA AS-SALAM DISAMBUT BAIK SEMUA MASYARAKAT BERBILANG KAUM


Alhamdulillah , syukur pada Allah yang telah memberi kejayaan yang cemerlang dalam menggendalikan program pertandingan mewarna bagi kanak-kanak berumur 4 hingga 12 tahun.
Program kali ini dianjur oleh NISA' dengan kerjasama FOMCA dan penyumbang GIANT dan ajk Masjid dan Surau.



Antara hadiah yang ditawarkan adalah 3 orang peserta no 1,2 dan 3 serta 10 hadiah saguhati untuk 3 kategori.

Selain sumbangan hadiah dan minuman , GIANT juga menghantar 2 orang kakitangannya sebagai pengacara yang menghiburkan dan sangat menarik perhatian semua kanak-kanak yang hadir.

Pengacara ini mendapat sokongan dan repon yang sungguh baik dari kanak-kanak apabila beliau menawarkan hadiah kecil bagi soalan kuiz spontan.


Yang menarik perhatian selain kanak-kanak Melayu ada juga penyertaan yang agak ramai dari kanak-kanak bangsa Cina dan ini menunjukkan pertanda yang baik dari kerjasama masyarakat majmuk walau program dilakukan di masjid As-Salam Bukit Sentosa.

Wah ! ada yang sanggup membawa meja sendiri untuk keselesaan anak-anak mereka.

Selain kanak-kanak bangsa Cina , kanak-kanak dari bangsa India juga ada yang menyertai bersama-sama dengan gembira bersama keluarga mereka.

Sambutan yang hebat dimana pendaftaran awal sahaja adalah seramai 300 orang dan kalau dicampur dengan jumlah mendaftar secara walk ini pada hari 23 April maka hampir 400 orang ramainya.
Walaupun terlalu ramai penyertaan namun urusetia dan ajk masjid dapat mengawal dan mengendalikan dengan amat baik. Ini tidak termasuk ibu bapa yang hadir bersama-sama menghantar dan meyaksikan aksi penyertaan anak-anak mereka.

Kanak-kanak ini tekun mewarna mengikut cita rasa dan daya imiginasi mereka.

Kanak-kanak lelaki juga ramai yang mencuba kebolehan mewarna yang terbaik.

SEMINAR PENGURUSAN KEWANGAN AS-SALAM 23 APRIL

24 April 2011

SIFAT MALU SEPARUH DARI IMAN

Malu adalah Sebahagian dari Iman

Alhamdulillah, pembahasan Hadits Shahih Bukhari kali ini memasuki hadits yang ke-24, biidznillah. Hadits ini masih berada di bawah Kitab Al-Iman (كتاب الإيمان).

Sebagaimana judul yang bab yang diberikan oleh Imam Bukhari pada hadits ini " باب الْحَيَاءُ مِنَ الإِيمَانِ " pembahasan hadits ini juga diberikan judul yang sama dalam bahasa Indonesianya, yaitu "Malu adalah Sebagian dari Iman"

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari ke-24:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِى الْحَيَاءِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ

Dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah SAW lewat di hadapan seorang Ansar yang sedang mencela saudaranya karena saudaranya pemalu. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan dia! Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.'"

Penjelasan Hadits
Ayah dari Salim yang dimaksud dalam hadits ini tidak lain adalah Abdullah bin Umar bin Khattab.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِى الْحَيَاءِ
Rasulullah SAW lewat di hadapan seorang Ansar yang sedang mencela saudaranya karena saudaranya pemalu

Kata يَعِظُ berarti menasehati, menakut-nakuti, atau mengingatkan. Dalam hadits Shahih Bukhari yang lain (bab adab, yang insya Allah akan kita bahas nantinya jika sampai di sana) disebutkan dengan kalimat وَهْوَ يُعَاتَبُ فِى الْحَيَاءِ (ia mencela sifat malu saudaranya). Mungkin dalam bahasa kita, laki-laki ini mengatakan "Engkau sangat pemalu" atau "Sifat malu itu membahayakanmu."

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan kemungkinan bahwa laki-laki tersebut sangat pemalu hingga ia tidak ingin meminta haknya. Karena itu ia dicela oleh saudaranya.

Namun ternyata, sikap laki-laki yang mencela atau menasehati saudaranya dari rasa malu itu tidak dibenarkan oleh Rasulullah SAW yang saat itu lewat di depan mereka.

دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ
Biarkan dia! Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman

Inilah salah satu sifat Rasulullah. Bahwa beliau tidak membiarkan sesuatu yang salah di hadapannya. Beliau tidak mendiamkan sesuatu yang keliru, kecuali menegurnya. Sebaliknya, segala hal yang terjadi atau diucapkan di hadapan Rasulullah SAW, sedangkan beliau membiarkan atau mendiamkannya, maka itu dianggap sebagai persetujuan Rasulullah SAW yang memiliki legitimasi hukum di dalam Islam. Dalam istilah hadits yang demikian itu disebut "hadits taqriri" yakni persetujuan dari Rasulullah SAW.

Maka dalam hadits ini Rasulullah SAW mengingatkan bahwa yang benar justru adalah tidak menghilangkan rasa malu dalam diri saudaranya. Biarkan saja seseorang memiliki sifat malu. Ia adalah akhlak yang disunnahkan. Malu adalah sebagian dari iman.

"Kalaupun sifat malu itu menghalangi seseorang dari meminta haknya," tulis Ibnu hajar dalam Fathul Bari, "maka dia akan diberi pahala sesuai dengan hak yang ditinggalkannya."

Karena sifat malu itu, menurut Ibnu Qutaibah, "Dapat menghalangi seseorang untuk melakukan kemaksiatan sebagaimana iman."

Malu didefinisikan sebagai sikap menahan diri dari perbuatan buruk atau hina. Sifat malu ini merupakan gabungan dari sifat takut dan iffah (menjaga kesucian diri).

Pendapat lain mengatakan bahwa malu adalah takut akan dosa karena melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Ada juga yang berpendapat bahwa malu berarti menahan diri karena takut melakukan sesuatu yang dibenci oleh syariat, akal, maupun adat kebiasaan. Pengertian yang disebutkan terakhir ini lebih umum dan mencakup definisi yang cukup luas.

Pelajaran Hadits
Diantara pelajaran hadits yang bisa kita ambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut:
1. Kaum muslimin hendaknya selalu memiliki semangat untuk menasehati saudaranya, mengingatkannya dengan penuh kasih sayang, dan tidak berdiam diri dari kesalahan;
2. Salah satu sifat Rasulullah adalah meluruskan ketika ada kekeliruan yang beliau ketahui, dan membetulkan kesalahan yang beliau dapati. Sehingga ketika Rasulullah diam terhadap sesuatu yang diketahui beliau, maka itu berarti taqrir (persetujuan) dari beliau;
3. Hendaklah seorang muslim memiliki rasa malu dan menjaga sifat itu tetap ada pada dirinya;
4. Malu adalah sebagian dari iman.

Demikian penjelasan singkat hadits Shahih Bukhari ke-24. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang senantiasa memiliki semangat berdakwah dan memiliki rasa malu. Allaahumma aamiin.

Wallaahu a'lam bish shawab.[]

20 April 2011

SEMUANYA PADA HARI SABTU 23 APRIL 2011


SURAU AL-FURQAN JLN BUNGA KERTAS,
BANDAR BUKIT SENTOSA,
PENCERAMAH TERKENAL PROF MADYA DR SHARIFAH HARYATI
CERAMAH PERDANA PADA 23/4 HARI SABTU
LEPAS ISYAK


SURAU AL-IKHLAS, JLN MELATISARI,
BANDAR SG. BUAYA
UST DR JAMNUL AZHAR MULKAN DGN TAJUK: FITNAH DAJJAL
CERAMAH PERDANA.23/4/2011 HARI SABTU,
LEPAS MAGHRIB


MASJID AS-SALAM,
BANDAR BUKIT SENTOSA,
PROGRAM KEWANGAN & PERTANDINGAN MEWARNA 23 APRIL
FOMCA dengan kerjasama Nisa Hulu Selangor & Masjid As-Salam Bukit Sentosa akan menganjurkan pertandingan mewarna kanak-kanak berumur 4 hingga 12 tahun.
Di samping itu program taklimat pengurusan kewangan untuk orang dewasa & remaja terhad 60 orang(keutamaan yg daftar dulu) akan di adakan serentak pada 23 April 2011 , bermula jam 9 pagi.
Hadiah berupa hamper dan sijil bega dan minuman disediakan.
Sila bawa peralatan berwarna pensil sendiri.
Sebarang pertanyaan sila hubungi : Pn. Salamiah 0108962979

19 April 2011

PROGRAM KEWANGAN & PERTANDINGAN MEWARNA 23 APRIL

FOMCA dengan kerjasama Nisa Hulu Selangor & Masjid As-Salam Bukit Sentosa akan menganjurkan pertandingan mewarna kanak-kanak berumur 4 hingga 12 tahun.
Di samping itu program taklimat pengurusan kewangan untuk orang dewasa & remaja terhad 60 orang(keutamaan yg daftar dulu) akan di adakan serentak pada 23 April 2011 , bermula jam 9 pagi.
Hadiah berupa hamper dan sijil bega dan minuman disediakan.
Sila bawa peralatan berwarna pensil sendiri.
Sebarang pertanyaan sila hubungi : Pn. Salamiah 0108962979

Mohon Sebarkan Insyallah.

PERINGATAN BAGI LELAKI !

Mengikut Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995
"Mana-mana lelaki yang baligh yang tidak menunaikan Sembahyang Jumaat

tanpa apa-apa keuzuran syarie yang boleh didakwa dibawah Seksyen 20,

Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995, sekiranya disabit

kesalahan boleh di denda tidak lebih RM1,000 ATAU dipenjarakan selama

tempoh tidak melebihi enam (6) bulan ATAU kedua-duanya sekali."