RAKAN BLOG MASJID

28 November 2012

APA BEZA CCTV DENGAN RAQIB & ATID?

APA ITU CCTV?

• CCTV adalah surveillance camera system atau kamera pengawas, yang terdiri dari kamera dan system DVR (Digital Video Recording)
• Antara kegunaan CCTV adalah untuk mengawasi dan merakam segala bentuk kejadian dalam suatu area / lokasi
• CCTV dapat digunakan sebagai “pengawal” / alarm pengaman disesebuah area / lokasi
• Apakah tindakan anda jika segala kelakuan, perbuatan , percakapan, pergerakan anda diperhatikan dan dirakam?

MASTIKA HADIS

“Sesungguhnya Allah telah menugaskan dua malaikat untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hambanya (satu di sebelah kanannya dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati…maka Tuhan perintahkan kedua malaikat itu dengan firmannya: ‘Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hambaku itu serta hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid dan takbir hingga ke hari qiamat, dan hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hambaku itu.’”

BERIMAN KEPADA MALAIKAT

• Merupakan salah satu daripada rukun Iman.
• Malaikat merupakan makhluk Allah yang dijadikan daripada cahaya(nur) dan sentiasa melaksanakan perintah Allah swt.

FIRMAN ALLAH SWT

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ . إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ . مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

ERTINYA..

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
(Iaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

رقيب عتيد

• Raqib dan ‘Atid adalah dua sifat kepada dua malaikat pencatit amalan. Ini bermaksud malaikat yang berada di sebelah kanan dialah juga yang bersifat Raqib dan dialah juga yang bersifat ‘Atid, demikianlah malaikat yang berada di sebelah kiri dialah juga yang bersifat dengan sifat Raqib dan juga ‘Atid.

PENGERTIAN RAQIB ATID

Raqib: adalah yang memerhatikan semua urusan (seseorang insan), yang memelihara, yang menyaksikan,

Atid: Dia yang hadir dan tidak menghilangkan diri, yang disediakan untuk memelihara, sama ada untuk memelihara atau untuk menyaksikan.

IMPLIKASI..

• Akan menjadi seorang yang produktif - tahu tujuan dan matlamat hidup.
• Menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi - menjalani kehidupan ini tanpa mendatangkan mudharat kepada manusia lain atau kepada persekitarannya.
• Menjadi seorang yang bertanggungjawab – percaya bahawa setiap orang akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya atas tindakannya di akhirat nanti.
• Ibadat akan menjadi lebih sempurna.
• Sentiasa berusaha meningkatkan amal ibadat.

KESIMPULAN

Setiap orang Islam wajib meyakini bahawa segala perbuatannya akan dicatat oleh Malaikat dan akan dihisab pada hari akhirat.

Jika di dunia kita berasa takut melakukan kesalahan kerana ada CCTV maka sepatutnya kita lebih takut untuk bermaksiat kepada Allah kerana malaikat pencatit amalan lebih hebat daripada CCTV.

Malaikat yang diutuskan untuk mencatit amalan manusia tidak pernah lalai dalam menunaikan tanggungjawab.



27 November 2012

LARANGAN JUAL-BELI & MELUDAH DALAM MASJID !

Jangan Jual Beli & Meludah Di Dalam Masjid

Dari Anas bin Malik -radhiallahu anhu- dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى‎ ‎اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏‎ ‎رَأَى نُخَامَةً فِي‎ ‎الْقِبْلَةِ فَشَقَّ ذَلِكَ‏‎ ‎عَلَيْهِ حَتَّى رُئِيَ فِي‎ ‎وَجْهِهِ فَقَامَ فَحَكَّهُ‏‎ ‎بِيَدِهِ فَقَالَ إِنَّ‏‎ ‎أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ فِي‎ ‎صَلَاتِهِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي‎ ‎رَبَّهُ أَوْ إِنَّ رَبَّهُ
بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ‏‎ ‎فَلَا يَبْزُقَنَّ أَحَدُكُمْ‏‎ ‎قِبَلَ قِبْلَتِهِ وَلَكِنْ‏‎ ‎عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ‏‎ ‎قَدَمَيْهِ ثُمَّ أَخَذَ طَرَفَ‏‎ ‎رِدَائِهِ فَبَصَقَ فِيهِ ثُمَّ‏‎ ‎رَدَّ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ‏‎ ‎فَقَالَ أَوْ يَفْعَلُ هَكَذَا

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat ada dahak di dinding kiblat, maka beliau merasa jengkel hingga nampak tersirat pada wajahnya.
Kemudian beliau menggosoknya dengan tangannya seraya bersabda, “Jika seseorang dari kalian berdiri shalat maka sesungguhnya dia sedang berhadapan dengan Rabbnya, atau sesungguhnya Rabbnya berada antara dia dan kiblat. Maka janganlah dia meludah ke arah kiblat, tetapi hendaknya dia membuang dahaknya ke arah kirinya atau di bawah kedua kakinya.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tepi kainnya dan meludah di dalamnya, setelah itu beliau mengosokkannya kepada bagian kainnya yang lain, lalu beliau bersabda, “Atau hendaknya dia melakukan seperti ini.” (HR. Al-Bukhari no. 507 dan Muslim no. 550)
Anas bin Malik  berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ‏‎ ‎خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا‎ ‎دَفْنُهَا

“Meludah di dalam masjid adalah suatu kesalahan, dan kaffarahnya (penghapus dosanya) adalah menimbunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 511 dan Muslim no. 552)
Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ‏‎ ‎أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ‏‎ ‎فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ‏‎ ‎تِجَارَتَكَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ‏‎ ‎مَنْ يَنْشُدُ فِيهِ ضَالَّةً‏‎ ‎فَقُولُوا لَا رَدَّ اللَّهُ‏‎ ‎عَلَيْكَ

“Jika kalian melihat orang membeli atau menjual di dalam masjid, maka katakanlah, “Semoga Allah tidak memberi keuntungan kepada barang daganganmu.” Jika kalian melihat orang yang mencari sesuatu yang hilang di dalamnya maka katakanlah, “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.” (HR. At-Tirmizi no. 1321 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 573)
Penjelasan ringkas:
Tujuan masjid dibangun hanyalah untuk shalat, zikir, dan beribadah kepada Allah. Dan dia merupakan bagian bumi yang paling Allah cintai. Karenanya ketika seorang berada di dalam masjid maka dia diharuskan untuk beradab dengan adab-adab islami yang telah dituntunkan oleh Rasulullah. Dan di antara adab tersebut adalah Nabi -alaihishshalatu wassalam- memerintahkan agar menyucikan masjid dari semua perkara yang tidak berhubungan dengan tujuan dia dibangun, misalnya membuang kotoran dan berjual beli di dalamnya.
Berikut beberapa masalah yang dipetik dari hadits-hadits di atas secara berurut:
1. Tingginya kecemburuan Nabi – alaihishshalatu wassalam- kepada agama Allah, dimana beliau tidak merasa nyaman ketika ada kotoran yang terdapat dalam masjid.
2. Wajib bagi seorang imam masjid untuk mengingkari kemungkaran yang terjadi di dalam masjid yang dia imami, karena itu termasuk dalam lingkup tanggung jawabnya.
3. Dalam hadits ini, Nabi – alaihishshalatu wassalam- telah mengumpulkan ketiga jenis nahi mungkar: Dengan hati beliau tatkala beliau jengkel dan tidak senang dengannya, dengan lisan tatkala beliau menasehati dan melarang para sahabat, dan dengan tangan tatkala beliau membersihkan sendiri dahak yang ada di masjid. Dan beliau juga mengumpulkan dua jenis pengajaran: Dengan teori dan dengan praktek.
4. Hukum meludah ke arah kiblat di dalam shalat adalah haram berdasarkan larangan Nabi – alaihishshalatu wassalam-, “Maka janganlah dia meludah ke arah kiblat.” Karena hukum asal larangan adalah haram kecuali ada dalil yang memalingkan hukumnya.
5. Sudah menjadi kaidah tetap dalam syariat Islam, bahwa tatkala Islam melarang dari suatu amalan -padahal amalan itu dibutuhkan oleh kaum muslimin-, maka dia akan mensyariatkan amalan lain yang mirip dengannya tanpa melanggar syariat yang lainnya. Dalam hal ini, tatkala seorang yang shalat terkadang butuh meludah atau membuang dahak sementara Islam melarang untuk membuangnya ke arah kiblat, maka Islam menuntunkan amalan lain yang syar’i tanpa melarang mereka melakukan hal yang terkadang mereka butuhkan tersebut, yaitu membuang ludah atau dahak ke arah kirinya atau di bawah kedua kakinya atau membuangnya ke pakaiannya lalu menggosoknya.
6. Kiblat termasuk syariat Allah yang terbesar,karenanya dia harus dimuliakan dengan tidak membuang kotoran -apalagi najis- ke arahnya. Karenanya dimakruhkan untuk buang air besar dan kecil menghadap ke kiblat.
7. Membuang ludah dan dahak ke arah kiri atau di bawah pakaiannya hanya berlaku jika seseorang itu shalat di luar masjid dan tidak ada orang yang sedang shalat di sebelah kirinya.
Adapun jika dia shalat di dalam masjid maka tidak boleh dia meludah ke arah kiri – berdasarkan hadits Anas yang kedua di atas- dan tidak boleh juga di bawah kakinya karena dia tidak akan bisa menimbunnya, mengingat hampir seluruh masjid kaum muslimin di zaman ini sudah memakai tegel atau yang semacamnya sehingga tidak mungkin bagi dia untuk menimbunnya. Demikian pula jika dia membuangnya ke arah kirinya sementara ada orang di sebelah kirinya maka itu berarti membuang kotoran ke arah saudaranya, dan ini juga tidak diperbolehkan.
8. Karenanya, larangan membuang dahak dan ludah ke arah kiblat di luar masjid dan tidak sedang shalat adalah mubah dan tidak makruh.
Wallahu a’lam.
9. Larangan berjual beli di dalam masjid. Adapun batasan masjid yang seseorang tidak boleh jual beli di situ, maka silakan baca pembahasannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1387
10. Disyariatkan bagi orang yang melihatnya untuk mendoakannya dengan doa yang ma`tsur di atas.
11. Jual beli yang dimaksud di sini adalah akad jual beli. Karenanya:
a. Jika ada dua orang yang melakukan akad di dalam masjid walaupun barangnya belum ada dan pembayaran juga belum dilakukan, maka ini termasuk dalam larangan karena keduanya telah melakukan jual beli di dalam masjid.
b. Menitipkan atau menerima titipan uang atau barang dagangan di dalam masjid adalah boleh, karena itu bukanlah jual beli.
c. Membayar utang di dalam masjid tidak mengapa karena utang piutang bukanlah jual beli. Misalnya ada dua orang yang melakukan akad di luar masjid, barangnya sudah diambil akan tetapi bayarnya besok dan dilakukan di dalam masjid. Maka ini insya Allah tidak mengapa karena pembayaran ini adalah pelunasan utang dan bukan jual beli. Demikian pula sebaliknya jika pembayarannya dilakukan di luar masjid lalu penyerahan barangnya besok di dalam masjid. Contoh lain adalah seseorang memfoto kopi materi taklim dengan uangnya sendiri lalu dia membagi-bagikannya di dalam masjid lalu menerima pembayaran dari yang mengambil materi tersebut. Maka ini juga adalah transaksi pembayaran hutang dan bukan jual beli, selama orang tersebut tidak mengambil keuntungan dari ongkos foto kopinya. Jika dia mengambil keuntungan maka itu termasuk transaksi jual beli dalam masjid yang terlarang. Wallahu a’lam
12. Larangan mencari barang yang hilang di dalam masjid, dan batasan masjid juga bisa dilihat pada link di atas.
13. Juga dilarang mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid walaupun dia tidak mencarinya di dalam masjid.
14. Disyariatkan bagi yang melihat atau mendengar orang yang mencari atau mengumumkan barang hilang di dalam masjid untuk mendoakannya dengan doa yang ma`tsur di atas.
Hanya ini yang bisa kami petik – sebatas keilmuan kami-, dan bagi siapa saja yang bisa memetik faidah lain dari dalil-dalil di atas, maka silakan dia menuliskan pada kolom komentar di bawah.
Wal ilmu indallah.

Sumber: http://al-atsariyyah.com

26 November 2012

'ZALIM ': Ustaz Abdul Malik Mohd. 23 Nov. 2012

Al Kuliah 4 All: Ustsz Abdul Malik Mohd. (Nov. 2012):                      " Zalim " Masjid As-Salam, Bukit Sentosa

KERAJAAN NEGERI AMBIL BERAT PEMBINAAN MASJID

SHAH ALAM 23 NOV : Kerajaan Negeri sentiasa mengambil berat pembangunan umat Islam dengan memperuntukkan dana pembinaan dua buah masjid di setiap daerah pada setiap tahun.

Menjawab di Sidang Dewan Negeri Selangor(DNS) tempohari tadi, Menteri Besar, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim berkata pembinaan masjid-masjid tersebut bagaimanapun ditentukan oleh pihak pejabat daerah.

“Ia ditentukan berdasarkan keperluan dan keutamaan dan bukan berdasarkan kaedah melobi seperti amalan dahulu.

“Jadi, sekurang-kurangnya sudah 18 buah masjid dibina sehingga kini,” jelas beliau yang juga Adun Ijok.

Bagaimanapun, Abdul Khalid berkata, terdapat satu kelemahan perlaksanaan pembinaan masjid-masjid tersebut iaitu kelewatan memanggil tender.

“Kelulusan kita sudah bagi namun kelewatan ini menyebabkan ia tidak dapat dilaksanakan segera.

“Kita akan berbincang dengan Setiausaha Kerajaan Negeri untuk mengambil tindakan dan mengeluarkan arahan tertentu mengatasi masalah ini,” ujarnya lagi menjawab soalan lisan daripada Adun Morib, Hasiman Sidom.

Mengulas kelewatan pembinaan Masjid Kampung Sungai Buaya, Abdul Khalid berkata jawapan berbeza diperolehi daripada pihak-pihak terbabit.

“Antaranya saya dimaklumkan pembinaan tersebut tidak termasuk dalam perancangan ke-10.

“Sebaliknya, ia akan dimasukkan ke dalam perancangan ke-11,” jelasnya.

Rakaman Kuliah Ustaz Drs Ahmad Termizi

Di sini adalah Rakaman Kuliah yang lalu (Jun 2012)
Al Kuliah 4 All: Ustaz Ahmad Termizi (Jun 2012):   " Membina  Taman  Di Dalam  Hati " Masjid As-Salam, Bukit Sentosa

Nota penting : 27 Disember 2012 Maaf Ustaz Drs Ahmad Tarmizi tidak dapat hadir atas sebab yang tidak dapat dielakkan.Haraf Maaf.

PERUNTUKKAN MASA BERMUHASABAH DIRI WALAU SEKETIKA !

Syukur Alhamdulillah hingga saat ini , kita telah diberi ruang dan peluang serta wang untuk bernafas serta hidup bebas bergerak di dunia yang tidak kekal sebelum kita menuju ke kehidupan yang kekal abadi.
Teman cuba melatih gerakkan jari menaip mengenai muhasabah diri.
Islam nampak indah dan kadang-kadang bila dihayati kita akan dapat rasa nikmatnya. Allah maha besar, maha kuasa,maha kuat ,maha mengetahui dan Allah akan memberikan jalan dan jika yakin Allah akan beri cahaya penyulu ke jalan yang benar yang kita inginkannya. Hasilnya insyallah itula yang dikatakan hidayah.

Setiap muslimin mahukan keindahan agama suci Allah. Begitu juga yang empunya diri. kadang-kadang, terfikir sejenak mengira betapa jauhnya langkah dibuka menjauhi kebenaran. Kenikmatan hidup sementara di sini menghayalkan dengan bantuan musuh manusia, si iblis. Tugas hakikinya adalah untuk menghancurkan kita, anak Nabi Adam. Tetapi, kita sedia maklum dan tahu bahawa si iblis adalah musuh yang nyata, mengapa seronok benar kita bersongkokol dengannya? Kadangkala menjadi penemannya siang malam, pagi dan petang.

Jika diteliti dan diamati alangkah gagahnya fizikal kita berbanding dengan kekuatan rohani. Betapa cantiknya diri, tetapi tidak semua mencerminkan keikhlasan hati. Yang terbaik ialah keimanan disanubari yang boleh mengawal diri sendiri. Betapa sayangkan Allah ke atas hamba-hambanya dengan menjanjikan ganjaran dan kemaafan jika dipinta. Kuncinya, perlulah kita sentiasa mengingatinya dan mentaatinya.

Solat 5 waktu adalah tiang agama seseorang. Lengkapnya solat, boleh mencegah diri daripada melakukan kemungkaran yang dimurkai Allah. Kemungkaran yang berlaku disekeliling boleh dihindari. Belajarlah untuk solat dengan sempurna dan membaiki dan mempertingkatkan kualiti dari masa ke semasa. Insyaallah, segalanya yang dilalui akan diberkati Allah. Jika niat yang dipasang tidak terpesong, luruslah jalan yang dilalui. Berbalik kepada niat, perlulah ia sentiasa positif dan tidak memudaratkan. Pahala pasti diperolehi apabila niat dipasang. Betapa mudahnya mendapat pahala.

Biarkan langkah kita perlahan, asalkan destinasi dan matlamat yang dituju betul. Jangan biarkan langkah laju, tetapi menuju kearah perkara yang lara. Muhasabah diri sendiri untuk menjadi yang lebih baik walaupun diri tak sebaik mana. Insyallah Allah tidak lokek mengurniakan balasan baik kepada kita.Allahhuakbar sempena bulan Muharam 1434 Hijriah yang menjadi bulan pertama dalam kalendar Islam.

25 November 2012

MAHAR DAN BELANJA KAHWIN ISTERI RASULULLAH SAW

Mahar dan belanja kahwin isteri Rasulullah SAW
Kata Sheikh Muhammed Salih Al-Munajjid, berdasarkan hadith riwayat Muslim dan tarikh kiraan matawang zaman nabi SAW maka mahar isteri rasulullah SAW ialah sebanyak USD 400 (kira2 dalam ringgit Malaysia ialah RM 1,224.80)

Hal ini berdasarkan hadith riwayat Muslim spt berikut :

عن أبي سلمة بن عبد الرحمن أنه قال : سألت عائشة زوج النبي صلى الل
ه عليه وسلم كما كان صداق رسول الله صلى الله عليه وسلم . قالت : كان صداق لأزواجه ثنتي عشرة أوقية ونشّاً . قال أتدري ما النَّشُّ . قال قلت لا قالت : نصف أوقية : فتلك خمس مائة درهم فهذا صداق رسول الله صلى الله عليه وسلم لأزواجه

Perlu diingat, maksud mahar ini ialah belanja yg wajib dikeluarkan oleh pihak lelaki kepada si isteri.

Maknanya kos pernikahan isteri rasulullah SAW cuma kira2 USD 400 sahaja. Sebaik2 muslimah ialah yang murah belanja nikahnya !

Perlu diingat bahawa kos sara hidup pada hari ini sepatutnya tidak ada kaitan dengan mahar atau belanja perkahwinan. Kalau kita bercakap soal gaji memanglah ianya berkait dengan kos sara hidup.

Tetapi sebenarnya mahar tak ada kaitan dengan kos sara hidup kerana mahar ialah pemberian lelaki untuk mengembirakan calon isteri dan sebagai penghargaan/hadiah wajib yang ditetapkan oleh syarak. Adapun perbelanjaan kenduri dan persiapan sebagainya tidak perlu dibuat serta merta semasa akad.

Boleh sahaja ditangguhkan kenduri selepas nikah apabila ada kemampuan dari sudut kewangan.

Kerana itu bagi sahabat yang miskin mahar dan belanja nikahnya cuma ayat Al-Quran. WA

-----------------

Info tambahan berkenaan cara kira nilai mahar baginda SAW dengan kadar semasa:
العلامة ابن خلدون :

فاعلم أن الإجماع منعقد منذ صدر الإسلام وعهد الصحابة والتابعين : أن الدرهم الشرعي هو الذي تزن العشرة منه سبعة مثاقيل من الذهب ، والأوقيَّة منه : أربعين درهماً ، وهو على هذا سبعة أعشار الدينار .. .. وهذه المقادير كلها ثابتة بالإجماع .

" مقدمة ابن خلدون " ( ص 263 )

وعلى هذا :

فوزن الدرهم بالجرامات = 2.975 جراماً .

فيكون مهر أزواج الرسول صلى الله عليه وسلم = 500×2.975 = 1487.5 جراماً من الفضة .

وحيث إن سعر جرام الفضة الخالص بدون مصنعية حاليا حوالي 1 ريال فيكون المهر

بالريال = 1487.5ريالاً تقريباً .

وبالدولار = 396.7 تقريباً .


http://ustaz.blogspot.com/

PERINGATAN BAGI LELAKI !

Mengikut Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995
"Mana-mana lelaki yang baligh yang tidak menunaikan Sembahyang Jumaat

tanpa apa-apa keuzuran syarie yang boleh didakwa dibawah Seksyen 20,

Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995, sekiranya disabit

kesalahan boleh di denda tidak lebih RM1,000 ATAU dipenjarakan selama

tempoh tidak melebihi enam (6) bulan ATAU kedua-duanya sekali."