10 Gangguan Syaitan Dalam Solat
1)WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITAUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.
2)TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT
Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku"
- (HR. Muslim)
3)LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN
Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam"
- (HR Bukhari dan Muslim)
4)HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI
Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat"
- (HR Bukhari)
5)TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT
Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, iaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".
Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah.
Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu"
- (HR Bukhari dan Muslim)
6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar.
- (HR Tirmidzi)
7)MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT
Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba".
- (HR Bukhari)
8)MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin"
- (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya"
- (HR Bukhari dan Muslim)
9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT
Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan"
- (Riwayat Thabrani).
Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara".
10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya"
- (HR Muslim)
Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.
Email : fuzzy4er@hotmail.com
RAKAN BLOG MASJID
10 March 2011
07 March 2011
SEMANGAT ANAK-ANAK UNTUK BERJIHAD
Semangat Anak-anak untuk berjihad di zaman Rasulullah s.a.w
lbnu Abi Syaibah telah memberitakan dari As-Sya'bi, bahwa ada seorang wanita menyerahkan sebilah pedang kepada anaknya pada hari perang Uhud, tetapi malangnya sang anak tidak kuat mengangkatnya, lalu pedang itu diikatkannya pada lengan anak itu. Kemudian dia mengajak anak itu menemui Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya: Ya Rasulullah! Ini anakku, dia dapat mempertahankanmu dari musuhmu! Maka Nabi SAW berkata kepada anak itu: Hai anak kecil, mari menghadapi orang-orang yang di sini! Kemudian beliau menyuruh lagi supaya menghadapi orang di sana! Kemudian anak kecil itu mengalami luka-luka dan terjatuh, maka orang membawanya kepada Nabi SAW; dan bila melihat luka-luka itu, beliau lalu berujar: Hai anak kecil! Barangkaii engkau menyesal ikut berperang?! jawab anak itu: Tidak, wahai Rasulullah! (Kanzul Ummal 5:277)
Ibnu Asakir telah memberitakan dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra. dia berkata: Rasulullah SAW telah menolak Umair bin Abu Waqqash ra. dari ikut serta pada perang Badar, kerana menganggap dia masih kecil. Kerana itu, Umair telah menangis, sehingga akhirnya beliau mengizinkannya ikut berperang. Berkata Sa'ad lagi: Lalu aku menolong Umair rnengangkatkan pedangnya. Dan saya sendiri telah mengikuti perang Badar, dan pada wajahku masih belum tumbuh suatu helai rambut pun (yakni masih belum berjanggut). (Kanzul Ummal 5:270)
Ibnu Sa'ad telah memberitakan dari Sa'ad ra. dia berkata: Saya menemui saudaraku Umair bin Abu Waqqash ra. sebelum kami diperiksa oleh Rasulullah SAW pada hari perang Badar, dan aku lihat Umair mencoba melarikan diri dari orang ramai. "Kenapa engkau berlari-lari begitu, hai Umair?", kataku kepadanya. "Aku takut Rasulullah melihatku ", jawab Umair. "Ada apa kalau dia melihatmu?" "Nanti dia akan menganggapku masih kecil, dan menolakku untuk berjihad",jawab Umair lagi. "Kalau dia tidak mengizinkan engkau berjihad, pulang sajalah!" saranku. "Tidak", jawab Umair dengan penuh kesal. "Aku tetap ingin berjihad, siapa tahu aku dapat mati syahid", sambungnya lagi. Apabila Umair diperiksa oleh Rasulullah SAW, benarlah dia ditolak kerana dianggapnya masih kecil lagi. Maka Umair terus menangis, dan meminta supaya dia diperbolehkan berjihad juga, maka Rasulullah SAW pun memgizinkannya ikut berjihad. Berkata Sa'ad lagi: jadi akulah yang membawakan pedangnya, kerana dia tidak kuat membawa pedang itu. Maka betullah seperti yang diinginkannya sebelum itu, bahwa dia adalah di antara orangorang yang terbunuh syahid di medan perang itu, dan ketika itu usianya masih muda, yaitu 16 tahun saja.
(Al-Ishabah 3:135; Maima'uz-Zawa'id 6:68)
lbnu Abi Syaibah telah memberitakan dari As-Sya'bi, bahwa ada seorang wanita menyerahkan sebilah pedang kepada anaknya pada hari perang Uhud, tetapi malangnya sang anak tidak kuat mengangkatnya, lalu pedang itu diikatkannya pada lengan anak itu. Kemudian dia mengajak anak itu menemui Rasulullah SAW seraya berkata kepadanya: Ya Rasulullah! Ini anakku, dia dapat mempertahankanmu dari musuhmu! Maka Nabi SAW berkata kepada anak itu: Hai anak kecil, mari menghadapi orang-orang yang di sini! Kemudian beliau menyuruh lagi supaya menghadapi orang di sana! Kemudian anak kecil itu mengalami luka-luka dan terjatuh, maka orang membawanya kepada Nabi SAW; dan bila melihat luka-luka itu, beliau lalu berujar: Hai anak kecil! Barangkaii engkau menyesal ikut berperang?! jawab anak itu: Tidak, wahai Rasulullah! (Kanzul Ummal 5:277)
Ibnu Asakir telah memberitakan dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra. dia berkata: Rasulullah SAW telah menolak Umair bin Abu Waqqash ra. dari ikut serta pada perang Badar, kerana menganggap dia masih kecil. Kerana itu, Umair telah menangis, sehingga akhirnya beliau mengizinkannya ikut berperang. Berkata Sa'ad lagi: Lalu aku menolong Umair rnengangkatkan pedangnya. Dan saya sendiri telah mengikuti perang Badar, dan pada wajahku masih belum tumbuh suatu helai rambut pun (yakni masih belum berjanggut). (Kanzul Ummal 5:270)
Ibnu Sa'ad telah memberitakan dari Sa'ad ra. dia berkata: Saya menemui saudaraku Umair bin Abu Waqqash ra. sebelum kami diperiksa oleh Rasulullah SAW pada hari perang Badar, dan aku lihat Umair mencoba melarikan diri dari orang ramai. "Kenapa engkau berlari-lari begitu, hai Umair?", kataku kepadanya. "Aku takut Rasulullah melihatku ", jawab Umair. "Ada apa kalau dia melihatmu?" "Nanti dia akan menganggapku masih kecil, dan menolakku untuk berjihad",jawab Umair lagi. "Kalau dia tidak mengizinkan engkau berjihad, pulang sajalah!" saranku. "Tidak", jawab Umair dengan penuh kesal. "Aku tetap ingin berjihad, siapa tahu aku dapat mati syahid", sambungnya lagi. Apabila Umair diperiksa oleh Rasulullah SAW, benarlah dia ditolak kerana dianggapnya masih kecil lagi. Maka Umair terus menangis, dan meminta supaya dia diperbolehkan berjihad juga, maka Rasulullah SAW pun memgizinkannya ikut berjihad. Berkata Sa'ad lagi: jadi akulah yang membawakan pedangnya, kerana dia tidak kuat membawa pedang itu. Maka betullah seperti yang diinginkannya sebelum itu, bahwa dia adalah di antara orangorang yang terbunuh syahid di medan perang itu, dan ketika itu usianya masih muda, yaitu 16 tahun saja.
(Al-Ishabah 3:135; Maima'uz-Zawa'id 6:68)
06 March 2011
' RENEW ROADTAX ' SAMAN BUKAN PENGHALANG
Utusan Malaysia 7 Mac 2011 ISU SAMAN EKOR - MAHKAMAH, melalui kes Leonard Lim Yaw Chiang lwn Director of Jabatan Pengangkutan Jalan Negeri Sarawak tahun 2009 telah memutuskan bahawa JPJ tidak boleh menyenarai hitam kenderaan di atas suatu kesalahan yang belum dibuktikan di mahkamah.
Tindakan JPJ menyenarai hitam diputuskan telah bertentangan dengan Perkara 13 Perlembagaan.
JPJ juga telah diarahkan membayar ganti rugi kepada pemohon dalam kes itu kerana kesusahan beliau tidak dapat menggunakan kenderaan sehingga terpaksa menyewa kenderaan lain.
Justeru di sini ingin dimaklumkan kepada pemandu-pemandu dan pemilik-pemilik kenderaan yang dinafikan hak mereka memperbaharui cukai jalan dan lesen memandu, bahawa hak anda dilindungi oleh Perlembagaan.
Pihak berkuasa tidak boleh sewenang-wenang menafikan hak anda.
Berbalik kepada tawaran kerajaan memberikan diskaun pembayaran saman.
Ingin dimaklumkan bahawa tindakan ini tetap salah. Isu utamanya ialah bukan jumlah bayaran kompaun atau denda itu RM300 atau RM150 atau pun RM50. Isu utamanya adalah, adakah seseorang itu benar-benar melakukan kesalahan yang didakwa sehingga mereka wajib membayar denda?
Perlu diambil perhatian bahawa untuk menguatkuasakan sesuatu peraturan dan undang-undang, sesebuah pihak berkuasa hendaklah juga mengikut peraturan dan undang-undang. Saman tidak boleh tertunggak.
Jika ada yang tertunggak maka ia bukan saman. Saman hendaklah dikemukakan di mahkamah. Orang yang disaman (OKS) hendaklah diserahkan saman dan diperintahkan hadir ke mahkamah untuk menjawab saman itu.
Jika OKS mengaku salah maka mahkamah akan memerintahkan OKS itu membayar denda. Jika denda dibayar maka saman itu selesai dan tidak akan tertunggak. Jika saman diserahkan kepada OKS tetapi OKS tidak hadir ke mahkamah, maka mahkamah akan keluarkan waran tangkap supaya OKS hadir mahkamah.
Maka proses yang sama akan berlaku iaitu OKS akan ditanya mengakui kesalahan atau meminta bicara. Jika mengaku maka akan diarahkan supaya bayar denda bagi saman itu. Maka selesailah saman itu. Tidak tertunggak. Jika tidak mengaku maka akan dibicarakan. Bergantung kepada keputusan mahkamah, jika didapati salah selepas bicara, maka akan diperintahkan untuk bayar denda. Selesailah saman itu. Jika tidak bersalah maka luput juga saman itu. Tidak tertunggak.
Soalannya kenapa ada saman tertunggak? Jawapannya pertama kerana saman-saman itu tidak pernah dibawa ke mahkamah. Kedua kerana yang dikatakan saman itu sebenarnya bukan saman tetapi notis sahaja.
Saman ekor yang dikatakan saman ini sebenarnya bukan saman tetapi sekadar notis kepada pemilik kenderaan meminta maklumat pemandu yang dikatakan memandu melebihi had laju.
Notis ini juga disertakan tawaran kompaun jika pemilik kenderaan mengaku melakukan kesalahan. Ia dikeluarkan di bawah Seksyen 115 Akta Pengangkutan Jalan 1987 atau dikenali dengan Notis Pol 170A. Jika pemilik tidak mengaku kesalahan maka kompaun tidak perlu dibayar kerana kompaun itu hanyalah tawaran.
Jika pemilik tidak membayar kompaun sepatutnya pemilik disaman supaya hadir ke mahkamah bagi menjawab tuduhan memandu melebihi had laju.
ZULHAZMI SHARIFF
Penasihat Undang-Undang
Kempen Anti Saman Ekor (KASE)
http://www.utusan.com.my/
Tindakan JPJ menyenarai hitam diputuskan telah bertentangan dengan Perkara 13 Perlembagaan.
JPJ juga telah diarahkan membayar ganti rugi kepada pemohon dalam kes itu kerana kesusahan beliau tidak dapat menggunakan kenderaan sehingga terpaksa menyewa kenderaan lain.
Justeru di sini ingin dimaklumkan kepada pemandu-pemandu dan pemilik-pemilik kenderaan yang dinafikan hak mereka memperbaharui cukai jalan dan lesen memandu, bahawa hak anda dilindungi oleh Perlembagaan.
Pihak berkuasa tidak boleh sewenang-wenang menafikan hak anda.
Berbalik kepada tawaran kerajaan memberikan diskaun pembayaran saman.
Ingin dimaklumkan bahawa tindakan ini tetap salah. Isu utamanya ialah bukan jumlah bayaran kompaun atau denda itu RM300 atau RM150 atau pun RM50. Isu utamanya adalah, adakah seseorang itu benar-benar melakukan kesalahan yang didakwa sehingga mereka wajib membayar denda?
Perlu diambil perhatian bahawa untuk menguatkuasakan sesuatu peraturan dan undang-undang, sesebuah pihak berkuasa hendaklah juga mengikut peraturan dan undang-undang. Saman tidak boleh tertunggak.
Jika ada yang tertunggak maka ia bukan saman. Saman hendaklah dikemukakan di mahkamah. Orang yang disaman (OKS) hendaklah diserahkan saman dan diperintahkan hadir ke mahkamah untuk menjawab saman itu.
Jika OKS mengaku salah maka mahkamah akan memerintahkan OKS itu membayar denda. Jika denda dibayar maka saman itu selesai dan tidak akan tertunggak. Jika saman diserahkan kepada OKS tetapi OKS tidak hadir ke mahkamah, maka mahkamah akan keluarkan waran tangkap supaya OKS hadir mahkamah.
Maka proses yang sama akan berlaku iaitu OKS akan ditanya mengakui kesalahan atau meminta bicara. Jika mengaku maka akan diarahkan supaya bayar denda bagi saman itu. Maka selesailah saman itu. Tidak tertunggak. Jika tidak mengaku maka akan dibicarakan. Bergantung kepada keputusan mahkamah, jika didapati salah selepas bicara, maka akan diperintahkan untuk bayar denda. Selesailah saman itu. Jika tidak bersalah maka luput juga saman itu. Tidak tertunggak.
Soalannya kenapa ada saman tertunggak? Jawapannya pertama kerana saman-saman itu tidak pernah dibawa ke mahkamah. Kedua kerana yang dikatakan saman itu sebenarnya bukan saman tetapi notis sahaja.
Saman ekor yang dikatakan saman ini sebenarnya bukan saman tetapi sekadar notis kepada pemilik kenderaan meminta maklumat pemandu yang dikatakan memandu melebihi had laju.
Notis ini juga disertakan tawaran kompaun jika pemilik kenderaan mengaku melakukan kesalahan. Ia dikeluarkan di bawah Seksyen 115 Akta Pengangkutan Jalan 1987 atau dikenali dengan Notis Pol 170A. Jika pemilik tidak mengaku kesalahan maka kompaun tidak perlu dibayar kerana kompaun itu hanyalah tawaran.
Jika pemilik tidak membayar kompaun sepatutnya pemilik disaman supaya hadir ke mahkamah bagi menjawab tuduhan memandu melebihi had laju.
ZULHAZMI SHARIFF
Penasihat Undang-Undang
Kempen Anti Saman Ekor (KASE)
http://www.utusan.com.my/
10 DOA YANG DIKABULKAN !
Sebelas(11) jenis manusia didoa Malaikat. PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman . Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.Kali ini penulis ingin menyenaraikan antara jenis manusia yang akan menerima doa malaikat. Ketika itulah sewaktu kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat.
Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersa man ya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"
3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."
4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."
5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."
6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di man a ia melakukan solat."
7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
"Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagai man a kalian meninggalkan hamba-Ku?"
Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"
9. Orang yang membelanjakan harta (infak).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di man a pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...' "
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."
u'alam.Semoga kita termasuk dan tersenarai sama. InsyaAllah
~ Ilmu hak bersama.. ~
Thanks & regards;
Mokhtar Said
DAPATKAN PENGAJARAN DARI BURUNG DAN CICAK
Sebuah kisah di zaman Nabi Ibrahim, semasa Nabi Ibrahim dibakar oleh kaumnya, seekor burung kecil terbang berulang alik mengisi air dalam paruhnya lalu menyiram ke atas api yang membakar. Itulah yang dilakukannya berulangkali. Tingkah lakunya diperhatikan oleh makhluk Allah yang lain lalu bertanya kepada burung kecil itu, ‘buat apa kau penat-penat mengambil air berulang alik, sedangkan api yang membakar Nabi Ibrahim takkan terpadam dengan air yang kau siramkan itu.’
Lalu dijawab oleh burung tersebut, ‘Memang ia tidak akan memadamkan api tersebut, tetapi aku lebih takut kepada Allah kerana Allah akan menyoal aku nanti, apakah yang aku lakukan untuk agama Allah, dan Allah tidak akan bertanya samada aku berjaya memadamkan api itu ataupun tidak‘.
Dan janganlah kita menjadi seperti cicak (yang terbang), yang bertindak jahat dengan menghembus-hembus kepada api yang membakar Nabi Ibrahim dengan harapan api akan menjadi marak lagi untuk terus membakar Nabi Ibrahim (walaupun sebenarnya hembusannya itu tidak membawa kesan ke atas api berkenaan.)
Anbiyaa [69] Kami berfirman: Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!.
Hadith riwayat Ibn Hatim, dari A’isyah ra. bahawa Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya Ibrahim tatkala dicampakkan kedalam api, semua binatang yang melata dimuka bumi ini cuba memadamkan api, kecuali cicak, kerana sesungguhnya dia (cicak) meniupkan api keatas Nabi Ibrahim…”
Lalu dijawab oleh burung tersebut, ‘Memang ia tidak akan memadamkan api tersebut, tetapi aku lebih takut kepada Allah kerana Allah akan menyoal aku nanti, apakah yang aku lakukan untuk agama Allah, dan Allah tidak akan bertanya samada aku berjaya memadamkan api itu ataupun tidak‘.
Dan janganlah kita menjadi seperti cicak (yang terbang), yang bertindak jahat dengan menghembus-hembus kepada api yang membakar Nabi Ibrahim dengan harapan api akan menjadi marak lagi untuk terus membakar Nabi Ibrahim (walaupun sebenarnya hembusannya itu tidak membawa kesan ke atas api berkenaan.)
Anbiyaa [69] Kami berfirman: Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!.
Hadith riwayat Ibn Hatim, dari A’isyah ra. bahawa Rasulullah saw bersabda :”Sesungguhnya Ibrahim tatkala dicampakkan kedalam api, semua binatang yang melata dimuka bumi ini cuba memadamkan api, kecuali cicak, kerana sesungguhnya dia (cicak) meniupkan api keatas Nabi Ibrahim…”
03 March 2011
02 March 2011
MESYUARAT AJK MALAM INI
MESYUARAT AJK MASJID ASSALAM
MASA : LEPAS ISYAK
TEMPAT : BILIK MESYUARAT
TARIKH : 3-3-2011
MASA : LEPAS ISYAK
TEMPAT : BILIK MESYUARAT
TARIKH : 3-3-2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
PERINGATAN BAGI LELAKI !
Mengikut Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995
"Mana-mana lelaki yang baligh yang tidak menunaikan Sembahyang Jumaat
tanpa apa-apa keuzuran syarie yang boleh didakwa dibawah Seksyen 20,
Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995, sekiranya disabit
kesalahan boleh di denda tidak lebih RM1,000 ATAU dipenjarakan selama
tempoh tidak melebihi enam (6) bulan ATAU kedua-duanya sekali."
"Mana-mana lelaki yang baligh yang tidak menunaikan Sembahyang Jumaat
tanpa apa-apa keuzuran syarie yang boleh didakwa dibawah Seksyen 20,
Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Selangor) 1995, sekiranya disabit
kesalahan boleh di denda tidak lebih RM1,000 ATAU dipenjarakan selama
tempoh tidak melebihi enam (6) bulan ATAU kedua-duanya sekali."








